Siapa yang tidak tahu radio? Salah satu alat komunikasi yang digemari oleh hampir semua kalangan. Sebuah teknologi yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengirim sinyal ini pertama kali digunakan untuk keperluan militer pada perang dunia pertama. Tetapi mulai tahun 1920-an mulai digunakan secara komersil di beberapa negara. Sebagai salah satu media massa, radio memiliki beberapa fungsi, yaitu:
- Fungsi penerangan
- Fungsi pendidikan
- Fungsi hiburan
- Fungsi propaganda
Sifat komunikasi satu arah tidak menjadikan radio sebagai alat komunikasi yang tidak efektif. Sebagai komunikasi dengar, radio mampu memberikan segala macam informasi dalam bentuk berita, edukasi, musik dan juga dapat memberikan pengaruh opini kepada para pendengar.
Eksistensi radio mulai berubah ketika dunia memasuki era digital. Era digital (media baru) merupakan istilah yang digunakan dalam kemunculan jaringan internet, era digital sering digunakan untuk menggambarkan teknologi digital. Munculnya era ini menimbulkan pergeseran budaya dalam menyampaikan informasi, media massa seperti media cetak, koran, majalah, radio, televisi dan lain-lain mulai beradaptasi.
Mudahnya masyarakat dalam menerima informasi dalam era ini menjadi salah satu penyebab media massa terpaksa untuk melakukan perubahan menjadi media online. Jika para pelaku dalam dunia media tetap bertahan dengan sistem lamanya, maka dapat dipastikan akan mengalami kemunduran. Bagaimana dengan radio? Sebagai salah satu media massa yang juga terdampak pada perubahan jaman, dampak yang dirasakan cukup terasa. Apabila dulu ketika tidak ada internet maka masyarakat mendapatkan informasi hanya melalui media cetak dengan waktu yang relatif lama, sekarang penyebaran informasi bisa diakses melalui media online dengan waktu yang singkat karena dengan hitungan detik berita dapat tersebar ke seluruh dunia.
Salah satu hal yang paling bisa dirasakan dampaknya adalah radio analog yang tidak memiliki peminatnya lagi karena perkembangan jaman yang menyebabkan radio dapat didengarkan melalui handphone atau radio yang terdapat di mobil. Tidak hanya sampai situ saja, sejak tahun 2010 terdapat banyak aplikasi musik online yang mulai diminati masyarakat, khususnya anak muda. Sebut saja Sportify, Joox, Dezzer, Apple Music dan lain-lain yang banyak digunakan untuk mendengarkan musik tanpa harus membeli cd terlebih dahulu.
Kemudahan yang ditawarkan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menggunakannya. Sebelum terdapat aplikasi musik online, musik didengarkan melalui album cd dan radio yang memiliki peran penting dalam pergerakan tren musik. Namun setelah memasuki era digital, mau tidak mau radio harus melakukan suatu perubahan agar tidak tergerus.
Respon perubahan dari radio pertama kali setelah memasuki era digital adalah diciptakannya radio digital yang dinilai sebagai pengganti radio analog yang menggunakan sinyal digital dengan berbagai macam fitur yang tidak kalah canggih dari sebuah music player. Kehadiran radio digital dianggap masih belum sepenuhnya dapat mengakomodir eksistensi radio itu sendiri yang masih bersusah payah bertahan dalam gempuran berbagai macam media baru. Tetapi dalam sebuah penelitian menyatakan bahwa radio masih diminati untuk mendengarkan musik.
Adanya hal-hal yang tidak dimiliki oleh aplikasi musik online seperti human touch menjadi alasan utama masyarakat masih menggunakan radio. Human touch ini dilakukan denganmenggunakan riset berdasarkan pasar pendengar tanpa menggunakan algoritma. Hal tersebut menjadi nilai plus tersendiri yang menjadikan radio masih dapat eksis di era digital ini, meskipun diharuskan untuk terus berinovasi agar tetap bersaing dengan aplikasi musik online.