Komik Indonesia Vs Manga Jepang

Komik merupakan media hiburan yang paling sering dibaca oleh masyarakat karena penyampaian cerita yang menyenangkan dengan menggunakan dialog, gambar, panel, dan informasi visual lainnya. Komik mulai eksis di dunia mulai tahun 1920-an di Amerika Serikat, Prancis, Belgia dan Jepang. Negara-negara tersebut merupakan pelopor atas keberhasilan komik saat ini. Salah satu komik yang paling populer hingga saat ini adalah komik jepang yang biasa disebut manga. Manga adalah komik atau novel grafik yang dibuat di Jepang atau menggunakan bahasa Jepang, sesuai dengan gaya yang dikembangkan di sana pada akhir abad ke-19. Istilah manga sendiri merujuk kepada komik yang berasal dari Jepang.

Bagaimana manga bisa sepopuler itu? Manga memiliki karakteristik tersendiri yang menjadi daya tarik bagi pembaca. Secara umum, manga tradisional dibaca dari atas ke bawah dan dari kanan ke kiri. Kemudahan dan akses untuk membaca juga menajadi salah satu kelebihan manga karena dinegaranya sendiri, Setiap kota akan memiliki toko buku dengan berbagai genre manga yang berbeda dan bahkan kota-kota besar memiliki toko buku yang sepenuhnya didedikasikan untuk manga. Apresiasi dan dukungan Pemerintah Jepang menjadi faktor penting dalam suksesnya manga di luar negeri. Tidak hanya itu saja, genre yang cukup beragam mulai dari kisah sehari-hari hingga fantasi dapat mencakup hampir seluruh kelompok usia dan gender.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Apakah kita tidak memiliki komik sendiri? Apakah kita tidak dapat membuat komik sendiri? Banyak pertanyaan yang muncul apabila kita membahas mengenai komik produk lokal. Di Indonesia sendiri, komik eksis mulai tahun 1930-an dengan bentuk komik strip yang terbit melalui surat kabar. Kemudian seorang penulis dan penggambar komik yang bernama R.A Kosasih menjadi ikon atas bangkitnya komik asli Indonesia yang bertema superhero seperti Sri Asih. Pada tahun 1980-1990an, komik Indonesia mulai menunjukkan perkembangan yang baik. Munculnya berbagai komik yang inspiratif seperti Wiro Sableng, Gundala Putra Petir dan Mahabarata memberikan warna baru pada dunia perkomikan di Indonesia.

Saat ini, komik Indonesia berkembang pesat dengan adanya berbagai macam genre, mulai dari action, fantasi, komedi, hingga romance. Pasar komik Indonesia didominasi oleh romance karena sebagian besar peminat komik di Indonesia adalah remaja berusia 15-25 tahun. Secara kuantitas memang komik Indonesia tidak bisa dipandang remeh. Di jaman teknologi ini, berbagai macam platform komik memberikan wadah bagi komikus yang ingin menerbitkan komiknya tanpa harus membuat buku terlebih dahulu. Kemudahan ini yang menjadikan salah satu penyebab banyaknya komik Indonesia saat ini.

Tetapi bagaimana dengan kualitas komik Indonesia? Untuk menentukan kualitas komik kita dengan angka merupakan hal yang sulit. Banyak sekali faktor yang menjadi penentu atas kualitas komik Indonesia saat ini. Tetapi yang perlu diketahui adalah pada saat ini pasar komik Indonesia masih terbatas pada negara kita sendiri. Genre yang masih didominasi oleh romance dan komedi membuat perkembangan pada genre lain menjadi lebih lambat, padahal potensi dalam mengembangkan genre yang lain masih sangat besar. Hal yang diperlukan lagi selain kreativitas adalah karakteristik yang harus ada di komik Indonesia seperti manga. Karakteristik itu dibutuhkan agar dapat menjadi daya tarik untuk mengenali komik Indonesia. Diharapkan nantinya di Indonesia sendiri, komik asli Indonesia dapat mengalahkan kedigdayaan manga di negara kita sendiri.

Leave a comment